Active Voice & Passive Voice

Active Voice & Passive Voice adalah salah satu materi Grammar Bahasa Inggris paling sering berkaitan dengan Tenses. Dengan kata lain, untuk memahami dan menguasai kalimat Aktif dan Pasif dalam Bahasa Inggris ini wajib menguasai struktur/pola kalimat yang mengandung tenses - setidak-tidaknya - menguasai 12 jenis tenses. Berikut ini akan kita bahas pola kalimat yang mengandung Active Voice dan Passive Voice.

Pada prinsipnya, pola (baca: rumus) dasar Kalimat Pasif Bahasa Inggris itu ada 2:
  • Kalimat Pasif dalam bentuk Progressive/Continuous Tense
    Rumusnya:

    Be + Being + Past Participle


  • Kalimat Pasif dalam bentuk Non-Progressive/Non-Continuous Tense
    Rumusnya:

    Be + Past Participle

Be pada rumus diatas berfungsi sebagai kata bantu (auxiliary). Untuk itu silahkan dibaca dibahasan pokok terdahulu mengenai: Auxiliary BE dan Past Participle.


Rincian mengenai: Kalimat Pasif (Passive Voice)

  1. Passive Voice dalam Simple Present Tense

    Kunci:
    Gunakan to be /is/, /am/, atau /are/ sebagai kata bantu (auxiliary) dalam pembentukan kalimat pasif dalam bentuk simple present tense.

    is/am/are + past participle

    Contoh:
    Your name is mentioned in the meeting.
    (Namamu disebut dalam rapat itu)



    Catatan:
    Yang mana yang harus digunakan? /is/, /am/ atau /are/, Jawabnya: tergantung pada subject apa yang sedang digunakan. Baca kembali mengenai simple present tense dalam pola kalimat Nominal.
  2. Passive Voice dalam Simple Past Tense

    Kunci:
    Gunakan to be /was/, atau /were/ sebagai kata bantu (auxiliary) dalam pembentukan kalimat pasif dalam bentuk simple past tense.

    was/were + past participle

    Contoh:
    Your name were mentioned in the meeting yesterday.
    (Namamu disebut dalam rapat itu kemarin.)



    Catatan:
    Yang mana yang harus digunakan? /was/ atau /were/, Jawabnya: tergantung pada subject apa yang sedang digunakan. Baca kembali mengenai simple past tense dalam pola kalimat Nominal.
  3. Passive Voice dalam Present Continuous Tense

    Kunci:
    Gunakan to be /is/, /am/ atau /were/ sebagai kata bantu (auxiliary) dalam pembentukan kalimat pasif dalam bentuk present continuous tense.

    is/am/are + being + past participle

    Contoh:
    Your name is being selected in the meeting.
    (Namamu sedang diseleksi dalam rapat itu.)



    Catatan:
    Baca kembali mengenai present continuous tense.


Mengenai bentuk kalimat pasif di tenses lainnya, tinggal menyesuaikan dengan pola/rumus diatas.
Contoh:

I will be punished a moment later. (Kalimat Pasif di tenses: Simple/Present Future Tense).
I have been registered.
My work has been being reviewed.
dsb.

Kalimat Pasif berpola Negative & Interrogative

Contoh:
(+) She has been invited for an interview.
(-) She hasn't been invited for an interview.
(?) Has she been invited for an interview?

Non Passive Verb

Tidak semua kata kerja dapat digunakan didalam pembentukkan kalimat pasif. Kata kerja ini berupa kata kerja Intransitive (Intransitive Verb). Jadi, hanya kata kerja transitive saja yang bisa digunakan dalam pembentukkan kalimat pasif.

Contoh:
go, sleep, stay, live, swim, walk, sit, stand, dsb.


Selain kata kerja intransitif, ada beberapa kata kerja transitif yang tidak dapat digunakan dalam membangun kalimat pasif ini misalnya:

  • Kata kerja yang digunakan dalam kalimat perintah/larangan

    Contoh:

    Get out!
    (Keluar!)

    Don't touch me!
    (Jangan menyentuhku!)

    No parking1
    (Dilarang parkir!)
  • Kata kerja Linking atau Linking Verb

    Contoh:

    You look pale.
    (Kamu kelihatan pucat).

    I have a pen
    (Saya mempunyai pena).
  • Kata kerja dalam Ungkapan Kalimat Ajakan

    Contoh:

    Let's go!
    (Mari kita pergi!).
  • Kata Kerja yang digunakan dalam kalimat yang mengandung kata seru (interjection).

    Contoh:

    Listen! I need your help now.
    (dengar! saya butuh bantuanmu sekarang)

Penggunaan Preposisi (Preposition) "By" Pada Passive Voice

Apa itu "By"? dan, Apakah wajib menggunakan "By" pada kalimat pasif (Passive Voice)?
Preposisi /by/ pada passive voice bersifat optional. Mari kita perhatikan uraian berikut ini:

Contoh kalimat Aktif (active voice)
She helps the old man.
(Dia membantu orang tua itu).

/She/ adalah subject dan /the old man/ itu object.
Pada saat kalimat itu diubah ke dalam kalimat pasif (passive voice), maka posisi object akan menjadi subject dan sebaliknya, posisi subject berubah menjadi object.

She --> her
The old man --> the old man.

Sehingga menjadi:

The old man is helped by her.

Oleh karena kalimat pasif /The old man is helped by her/ memiliki object /her/ maka ditambahkanlah preposisi /by/ yang dapat ditafsirkan sebagai: "oleh".

Active Voice: She helps the old man.
(Dia membantu orang tua itu).

Passive Voice: The old man is helped by her.
(Orang tua itu dibantu oleh dia/-nya.)

Dengan kata lain, preposisi /by/ akan ditambahkan setelah kata kerja /helped/ apabila object ada misalnya /her/ seperti pada contoh tersebut.
Akan tetapi, preposisi /by/ bersifat optional (pilihan), artinya dapat ditambahkan dapat pula tidak.

Contoh:
The old man is helped.
(Orang tua itu dibantu).

Dan, banyak contoh lain dimana preposisi /by/ tidak dipakai.
Contoh:

Only three students were punished.
(Hanya 3 siswa saja yang dihukum)

Many junk files here have been removed from the storage.
(Banyak file junk sudah dihapus dari media penyimpanan itu).

BAGIKAN KE ORANG TERDEKAT ANDA
ONE SHARE ONE CARE

Sekilas tentang penulis : EFLLearners

English Learning Forign